No Gula & Garam untuk Bayi di Bawah 1 Tahun
Banyak ibu mengakui, pemberian makan makin mudah jika bayi sudah berusia 1 tahun. Karena, jenis makanan yang dikonsumsi sudah sama dengan makanan keluarga. Tapi, ada hal lain yang mesti Moms perhatikan.
Semakin bertambah usia dan tingkat pertumbuhan, gizi yang diperlukan anak akan semakin lengkap. Selain bahan makanan berkualitas, pemenuhan gizi anak juga harus memerhatikan variasi dan cara pengolahan makanan.
“Tidak ada satu jenis makanan pun yang sempurna, sehingga makin bervariasi makanan akan makin baik. Perhatikan pula kualitas makanan di mana gizinya harus lengkap, dan gunakan bahan makanan segar. Pengolahannya juga harus baik, seperti memasak tidak terlalu matang, tidak dihangatkan, dan tanpa penyedap rasa,” jelas dr Fiastuti Witjaksono SpGK kepada okezone usai talkshow “Best Parenting for Busy Parents” yang diselenggarakan Philips Avent di Hotel Gran Melia, Jakarta, baru-baru ini.
Sebagai panduan, dr Fiastuti memaparkan komposisi gizi seimbang dalam satu porsi makanan si kecil, yakni karbohidrat (utamakan karbohidrat kompleks) 50-60 persen, protein 10-25 persen (hewani: nabati = 2 : 1), lemak (SAFA, MUFA, PUFA) 25-40 persen, serta vitamin dan mineral (A,D,E,K,B,C, Ca, dan sebagainya). Namun, dr Fiastuti menegaskan, ada beberapa makanan yang harus dihindari bayi di bawah 1 tahun.
“Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari anak usia di bawah 1 tahun, yaitu gula, garam, madu, kacang-kacangan, dan susu sapi. Bahkan makanan ini bisa ditunda hingga anak usia 2 tahun,” tambah spesialis gizi RS Cipto Mangunkusumo ini.
Secara naluriah, diimbuhkan dr Fiastuti, anak pada dasarnya belum mengenal rasa makanan sehingga cenderung tidak memilih makanan. Jika terbiasa mengonsumsi makanan yang diberi penambah rasa, mereka akan terbiasa dengan rasa tersebut. Alhasil, si kecil hanya mau makan kalau makanannya berasa.
“Tidak perlu ditambahkan rasa asin atau manis. Toh, makanan alami sudah mengandung gula, nasi atau labu, misalnya. Makin benar orangtua mengajarkan pola makan, maka makin mudah anak menerima makanan karena mereka mudah menyesuaikan dengan pola makan yang diterapkan orangtua,” tukasnya.
Madu sebaiknya tidak diberikan karena mengandung karena berisiko mengandung bakteri Clostridium yang bisa menyebabkan botulisme. Juga kacang-kacangan dan susu sapi yang berisiko menyebabkan alergi pada bayi.
“Kenalkan makanan satu demi satu pada bayi, jangan dicampur. Kemudian, tunggu empat hari untuk memperkenalkan makanan baru lainnya, agar terlihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan itu atau tidak,” jelasnya.
okezon