Bermain Aman & Menyenangkan
Bermain di taman tidak hanya menyenangkan dan menghibur bagi anak, namun bisa jadi membahayakan si kecil. Orangtua musti waspada akan keamanannya. Bermain adalah dunia anak.
Melalui bermain, anak bisa mempelajari berbagai hal baru. Bermain merupakan sarana bagai anak-anak untuk belajar mengenal lingkungan kehidupannya. Pada saat bermain, anak-anak mencobakan gagasan-gagasan mereka, bertanya serta mempertanyakan berbagai persoalan, dan memeroleh jawaban atas persoalan-persoalan mereka.Permainan juga bermanfaat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan emosional, fisik, sosial, dan nalar mereka. Melalui interaksinya dengan permainan, seorang anak belajar meningkatkan toleransi mereka terhadap kondisi yang secara potensial dapat menimbulkan frustrasi. Dalam bermain, anak juga belajar berinteraksi secara sosial, berlatih untuk saling berbagi dengan orang lain, meningkatkan toleransi sosial, dan belajar berperan aktif untuk memberikan kontribusi sosial bagi kelompoknya.
Namun, yang terpenting anak-anak butuh bermain di lingkungan yang aman. Keamanan alat bermain di arena bermain hanyalah sebagian dari keseluruhan keamanan anak ketika bermain.
Taman bermain adalah salah satu sarana yang bagus bagi anak-anak untuk berolahraga dan bersenang-senang. Berbagai alat permainan yang disediakan di sini, seperti ayunan, perosotan, komidi putar, jungkat-jungkit, dan lainnya, membuat anak betah berada di sana. Namun, orangtua perlu mengambil langkah tepat untuk melindungi anak agar terhindar dari bahaya potensial.
”Dalam banyak kasus, sebuah cedera bermain mungkin termasuk luka kecil bisa terjadi. Tapi orang tua perlu menyadari bahwa cedera bermain bisa jauh lebih serius, bahkan fatal. Setiap tahun dokter mendapat kunjungan dari 200.000 anak yang datang dari taman bermain dengan kepala, leher, dan cedera tulang belakang, perdarahan internal dan pencekikan,” kata Dr Angela Gardner, presiden American College of Emergency Physicians (ACEP) seperti dikutip healthday.com.
”Taman bermain seharusnya menjadi tempat aman bagi anak untuk bersenangsenang, tetapi banyak luka dan kunjungan ke ruang dokter darurat. Hal itu bisa dihindari jika orangtua menyadari risikonya. Orangtua perlu mengajari anak-anak mereka untuk mematuhi aturan keselamatan,” tambahnya.
Menurut Playground Nasional Safety Institute hampir 80 persen dari cedera bermain disebabkan jatuh. Sementara US Centers for Disease Control and Protection melaporkan, sekitar 45 persen cedera bermain yang parah, termasuk patah tulang, luka dalam, dan gegar otak.
Lalu, hal-hal apa lagi yang perlu diperhatikan agar anak bisa bermain dengan aman? Yang paling penting adalah mengawasi anak, berarti secara aktif mengamati setiap gerakan yang dilakukan anak-anak lain yang juga berkegiatan di arena bermain. Apalagi arena bermain bukan monopoli anak usia prasekolah. Anak-anak usia sekolah pun masih gemar bermain di taman bermain. Ayunan yang terlalu kencang diayun anak usia sekolah yang sedang bermain misalnya, bisa membahayakan si balita ketika dia ada di dekat benda yang tengah mengayun itu.
Atau, bisa saja saat anak main perosotan ada anak lain yang juga siap meluncur di belakangnya. Padahal, anak-anak itu bisa saling menimpa ketika berada di bawah. Karena itulah, orang dewasa pendamping anak perlu memperhatikan perilaku anak saat bermain di arena bermain.
Orangtua juga perlu mengingatkan anak agar memilih alat permainan sesuai usianya. Anak usia dua sampai lima tahun belum punya kekuatan otot lengan bagian atas yang memadai untuk menahan putaran komidi putar bila dia ingin menghentikannya. Padahal, anak-anak usia ini merasa dirinya mampu dan tak menyadari dia dapat saja terseret putaran komidi putar. Dampingi anak saat ingin bermain mainan ini.
Peralatan bermain yang baik mencantumkan label peringatan bahwa alat permainan itu dirancang untuk anak usia tertentu. Arena bermain yang baik memisahkan area bermain untuk anak usia prasekolah dengan area bermain anak usia sekolah.
Anda juga harus memastikan bahwa alat bermain terlihat bersih. Pemeriksaan rutin terhadap peralatan bermain diperlukan untuk memastikan kondisinya aman bagi anak. Sekali seminggu, peralatan bermain perlu diperiksa untuk mengetahui apakah ada bagian yang rusak. Bila Anda mendapati beberapa mainan rusak, misalnya tali ayunan hampir putus atau pegangan pada jungkat-jungkit tak ada lagi, hindari menggunakan mainan itu. Ajak si kecil memilih mainan lain yang kondisinya layak. Tentu Anda perlu melaporkan kepada pengelola arena bermain bahwa sebagian alat bermain di arena itu rusak.
ACER sendiri menyarankan tips untuk mencegah cedera bermain. Pertama, anak kecil harus diawasi ketat saat berada di tempat bermain. Pengawasan orang dewasa juga harus dilakukan untuk anak-anak yang lebih tua. Kedua, periksa arena bermain dengan benar. Periksa apakah ada pecahan dari peralatan, sampah, atau botol rusak. Sediakan pula bantalan yang memadai untuk mencegah cedera. Ketiga, jika tempat bermain begitu ramai dan Anda tidak bisa benar-benar memantau sang anak, kembalilah di lain waktu. Keempat, jangan biarkan anak-anak kecil bermain pada peralatan yang dimaksudkan untuk anak-anak yang lebih tua. Harus ada wilayah yang terpisah untuk anak-anak prasekolah dan anak-anak usia sekolah. Terakhir, ajarkan anak Anda untuk tidak lari atau mendorong orang lain di tempat bermain. Mereka juga harus diajarkan aturan keselamatan, seperti tidak berjalan di depan ayunan bergerak.
okezone.com