Vaginismus Bikin Mr P Sulit Penetrasi
Miss V tidak pernah dikatakan terlalu kecil untuk mengakomodasi Mr P. Sebab, dinding Miss V cukup elastis untuk memungkinkan “adik kecil” pasangan melewatinya. Bagaimana dengan vaginismus?
Di sisi lain, Miss V bisa tampak terlalu kecil untuk hubungan seks manakala otot-otot di pintu masuknya dalam keadaan kejang ketika pasangan mencoba penetrasi. Kondisi ini disebut vaginismus.
Sebagian wanita dengan vaginismus dapat menyelipkan tampon tanpa masalah, tetapi sebagian lainnya menemukan bahwa mencoba menyisipkan sesuatu tampon, jari, atau Mr P membuat otot-otot sekitar Miss V berkontraksi. Itu mengapa wanita dengan vaginismus sering menghindari papsmears serviks, karena baginya menyakitkan.
Sangat jarang terjadi di mana Mr P tidak dapat penetrasi karena selaput dara (yang merupakan selaput pintu masuk Miss V) luar biasa sulit ditembus. Tapi, kasus ini tergolong sangat langka.
Berikut, seluk beluk vaginismus seperti diuraikan Dr Margaret Stearn pada Embarrassingproblems.
Bagaimana wanita merasakannya
Vaginismus adalah kondisi yang sangat menyedihkan. Sangat menyakitkan jika pasangan Anda memaksa penetrasi. Anda mungkin juga akan merasa marah, bersalah, tak berdaya, dan takut pasangan akan meninggalkan Anda. Sebagian penderitanya menarik diri dari semua kontak fisik (mengarah ke seks) dengan pasangan bahkan hanya untuk berpegangan tangan.
Bagaimana pria merasakannya
Biasanya, pasangan merasa bingung dan khawatir. Dia mungkin akan berpikir bahwa teknik seksual yang dilancarkannya tidak tepat.
Apa penyebab vaginismus?
Masalah ini benar-benar sebuah fobia terhadap penetrasi, dan mungkin terhadap kehamilan atau persalinan. Dapat merupakan akibat dari konflik seksual yang belum terselesaikan, seperti pelecehan seksual atau dari keyakinan bahwa aktivitas seksual adalah aktivitas yang tidak diinginkan.
Penyebabnya bisa berbeda untuk setiap wanita. Intinya, Miss V Anda terasa sakit hingga Anda takut dengan seks. Wanita dengan vaginismus responsif secara seksual, tetapi tidak bisa mentolerir penetrasi. Penderita vaginismus sebaiknya tidak khawatir dengan frigidity.
Vaginismus dapat ditangani. Organisasi konseling di Amerika Serikat melaporkan bahwa 3.693 wanita selama periode 2 tahun terapi vaginismus, 80 persen keadaannya membaik. Bentuk pengobatan, di antaranya:
Psikoseksual konseling
Terapi yang dijalani sama sekali tidak menakutkan. Anda akan diajarkan bagaimana mengendurkan otot Miss V dan memasukkan tampon kecil hingga pada waktunya Anda akan belajar memasukkan tampon yang lebih besar.
Jika Anda memiliki pasangan, terapis akan menyarankan Anda tidak bercinta selama terapi. Sebaliknya, Anda akan didorong untuk melanjutkan kontak fisik non-genital yang sederhana, seperti memegang tangan, duduk berdekatan, atau saling melingkarkan lengan.
Lambat laut, Anda dan pasangan akan ditunjukkan cara Anda bisa memasukkan Mr P pasangan, seolah-olah itu tampon; di mana pasangan dalam keadaan tidur telentang dan tidak diizinkan menggerakkan tubuh. Di akhir terapi, akan Anda didorong untuk melakukan hubungan seks yang tepat.
Terapi dokter
Untuk menyempurnakan terapi, libatkan pula dokter kandungan. Jelaskan bahwa Anda memiliki masalah vaginismus sehingga belum mampu berhubungan seks. Dokter Anda akan memeriksa masalah fisik (seperti selaput dara) dan kemudian mengatur jadwal konseling psikoseksual seperti diuraikan di atas.
(okezon.com)