Problem Kegemukan Ketika Hamil
Studi baru memperlihatkan perempuan yang tubuhnya bertambah gemuk secara berlebihan selama hamil, menghadapi kemungkinan lebih besar untuk gemuk atau malah kegemukan selama 21 tahun kemudian.
Hal ini diungkapkan oleh Dr. Abdullah Mamun, dalam Kongres Internasional Ke-11 mengenai Kegemukan di Stockholm pekan ini, Dr. Mamun yang juga adalah Profesor epidemiologi dan biostatistik di University of Quensland, Australia, mengatakan timnya memeriksa Indeks Massa Tubuh (BMI) 2.026 wanita yang telah melahirkan antara 1981 dan 1983 di Brisbane, Australia, dan mengikuti perkembangan mereka selama 21 tahun kemudian. "Setelah 21 tahun, wanita yang mengalami penambahan berat paling banyak, kemungkinan berat badannya akan bertambah dua kali, dibandingkan dengan wanita yang selama hamil berat badannya bertambah secara tepat yakni 14 kilogram," kata Mamun.Philips James, Presiden International Association for the Study of Obesity, berkomentar bahwa temuan itu secara jelas memperlihatkan yang penting orang mesti memperhatikan bahwa bertambah berat tubuh perempuan saat hamil, itu tak berarti lebih baik.
Banyak perempuan bahkan memanfaatkan kehamilan sebagai kesempatan untuk menyantap lebih banyak makanan daripada biasa. "Secara tradisional, terutama di AS, orang mengira makin banyak berat tubuh yang diperoleh perempuan hamil, makin berat bayi yang dikandungnya. Tetapi sekarang mereka tak memikirkan kesehatan si ibu dalam jangka panjang. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa perhatian lebih besar mesti diberikan pada ibu serta bayi," kata James.
liputan6.com