Pil KB Oral Tak Kurangi Serangan Migren Selama Haid
Tentu, banyak wanita menanyakan soal kaitan hormon dengan migren. Salah satunya, apakah pil KB dapat mencegah migren terkait dengan siklus menstruasi?
Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Dr David Dodick memaparkannya. Menstruasi merupakan pemicu yang sangat umum dan kuat pada wanita penderita migren. Ada bukti—juga pengalamannya bersama pasien—pada beberapa wanita, bahwa serangan ini menjadi lebih parah dan berlangsung lebih lama dari serangan migren yang terjadi di luar periode menstruasi. Serangan migren yang dipicu oleh menstruasi terjadi dalam dua hari sebelum dan tiga hari setelah siklus menstruasi.Sementara mekanisme menstruasi menjadi pemicu migren masih belum sepenuhnya jelas, para ahli percaya bahwa penurunan tajam kadar estrogen sebelum menstruasi menyebabkan perubahan rangsangan sistem saraf pusat, termasuk daerah otak yang terlibat dalam migren.
Bagi sebagian wanita, ada bukti bahwa mengambil kombinasi pil kontrasepsi oral secara terus menerus tidak akan mengurangi frekuensi serangan migren terkait dengan periode menstruasi. Namun, Anda harus mendiskusikan risiko dan manfaat dari kombinasi tersebut bersama dokter atau ginekolog.
Biasanya, obat-obatan yang digunakan untuk meredakan serangan migren di luar siklus menstruasi—obat anti-inflamasi non-steroid, triptans, dihydroergotamine—efektif untuk pengobatan serangan akut migren saat haid. Beberapa triptans dan estrogen transdermal telah terbukti mengurangi frekuensi migren haid ketika dikonsumsi harian, mulai dua hari sebelum serangan migren haid hingga tiga hari setelah haid. Tapi sekali lagi, Anda harus berbicara dengan dokter tentang pilihan pengobatan ini.
Banyak faktor yang memengaruhi keputusan untuk menggunakan estrogen (baik transdermal ataupun pil KB kombinasi) untuk migren, karena menggunakan estrogen juga dikaitkan dengan risiko stroke. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk usia pasien, adanya faktor risiko vaskular (hipertensi, kolesterol tinggi, embolisme paru atau stroke, penyakit jantung, dan sebagainya), dan apakah Anda telah mengalami migren dengan aura.
Migren dengan aura menggandakan risiko serangan iskemik transient (disebut pula mini-stroke) dan iskemik stroke. Risiko ini menjadi lebih besar pada wanita berusia kurang dari 45 tahun, perokok, dan wanita pengguna pil kontrasepsi oral.
Meskipun ada beberapa perdebatan tentang implikasi pengobatan, secara umum wanita muda yang memiliki migren dengan aura sangat dianjurkan untuk berhenti merokok, dan metode pengendalian kelahiran selain kontrasepsi oral dapat dipertimbangkan, terutama pada mereka yang memiliki faktor risiko stroke atau penyakit jantung.
okezone.com