Badan Menggelambir Karena Berhenti Olahraga?

ImageBerhenti berolahraga terkadang membuat seseorang terlihat kendur badannya. Nah, apakah ada hubungan antar berhenti berolahraga dengan badan yang menggelambir tersebut? Berikut penuturan yang disampaikan Ross Harrison.


Ross Harrison, personal trainer dan konsultan gizi yang menjadi anggota National Strength and Conditioning Association, menduga kekhawatiran ini muncul karena pengalaman pribadi seseorang. Namun apakah kendurnya badan itu hanya merupakan akibat berhenti olahraga, Harrison kurang sepakat.


Yang pasti, menurutnya, otot tidak akan berubah menjadi lemak ketika kita berhenti olahraga. "Setiap orang memiliki sel-sel otot dan sel-sel lemak, namun keduanya merupakan tipe sel yang berbeda. Secara fisiologis, tak mungkin satu jenis sel berubah menjadi jenis sel yang lain," katanya. Meskipun begitu, ada alasan mengapa tubuh jadi terlihat kendur ketika berhenti olahraga.


Ketika otot-otot tak lagi diajak untuk latihan, sel-sel otot kembali ke ukuran sebelum Anda mulai latihan. Semakin Anda jarang latihan (misalnya mengangkat beban), sel-sel otot makin mengecil. Sel-sel lemak sendiri membuat perubahan saat Anda berhenti olahraga, walaupun perubahan itu bukan dikarenakan kurangnya latihan. Biasanya, ketika berhenti berolahraga, orang kembali ke pola makan yang lama yang cenderung tidak sehat dan lebih banyak. Jika asupan kalori Anda meningkat, atau tetap sama, ada kecenderungan berat badan dan lemak pun bertambah.


Ketika Anda berhenti latihan, tubuh juga tidak membakar banyak kalori, dan metabolisme melambat. Jika Anda makan dalam jumlah yang sama seperti waktu rutin berolahraga, artinya Anda mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar. Saat itulah, ukuran sel-sel lemak meningkat. Dan, tak seperti sel-sel otot, sel lemak akan meningkat jumlahnya ketika asupan lemak terlalu tinggi. Saat inilah muncul kesan otot berubah jadi lemak.


Hal ini bisa dihindari jika saat berhenti olahraga Anda juga mengurangi asupan kalori (untuk menyesuaikan tingkat pembakaran kalori yang lebih rendah). Anda pun tidak akan menambah jumlah lemak. Meski begitu, Anda masih akan kehilangan kebugaran Anda sebelumnya, yang akhirnya menimbulkan penurunan metabolisme dan menyebabkan pertambahan lemak dalam waktu mendatang.


Kesimpulannya, otot tidak akan berubah jadi lemak ketika berhenti latihan, namun Anda bisa saja kehilangan otot tanpa menambah jumlah lemak. Perubahan otot dan perubahan lemak bisa saling berkaitan. Tetapi keduanya merupakan proses fisiologis yang berbeda, yang masing-masing dipengaruhi oleh latihan, pola makan, dan gaya hidup Anda.


Karena itulah, latihan memang sebaiknya dijadikan kebiasaan dan gaya hidup dalam jangka panjang. Kalau Anda tidak mengalami masa-masa "reses" olahraga, tentu Anda tak akan mengalami kondisi seperti di atas. Ya, enggak? (kompas.com)

Related

Berita Kesehatan 2879924065166758211
item