Menikah Bisa Kurangi Resiko Kanker Usus
Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa pasien kanker usus dapat lebih besar harapan untuk melawan penyakit itu dengan berjalan menyusuri lorong gereja.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Penn State College of Medicine dan Brigham Young University di Amerika mengungkapkan bahwa 14 persen penderita yang menikah telah mengurangi resiko kematian karena penyakit kanker.
Dilansir dari laman Daily Mail, Kamis, 23 Juni 2011, penelitian ini terbukti bermanfaat baik itu bagi pasien wanita maupun laki-laki.
Survei juga mencatat pasien yang menikah, mereka lebih memiliki motivasi untuk sembuh dan mendapatkan pengobatan lebih awal. Para ilmuwan tidak dapat menjelaskan bagaimana pernikahan dapat membantu penderita. Tapi dapat diyakini, pasangan hidup dapat menjadi pengasuh informal yang penting sekaligus pendukung pasien untuk mengobati penyakit yang diderita.
"Kunci saat kanker terdeteksi adalah mengontrol perkembangan penyakit tersebut. Memiliki pasangan membantu penderita membuat keputusan lebih cepat sehingga penyakit pun lebih cepat ditangani," kata Sven Wilson, seorang profesor di Brigham Young University juga penulis penelitian ini.
Studi ini tidak melihat apakah orang yang menikah lebih sehat daripada yang lajang. Tapi yang dapat diketahui adalah seseorang yang memutuskan untuk menikah atau tetap menjalankan pernikahan itu sendiri lebih mungkin melawan penyakit ini.
Studi ini telah dipublikasikan secara online dalam Jurnal Cancer Epidemiologi. (tempo)