Melahirkan Malam Hari Lebih Berisiko
Melahirkan pada malam hari ternyata lebih berisiko. Demikian hasil penelitian yang dilakukan di Belanda.
Hasil penelitian yang disebarluaskan dalam jurnal obstetri dan ginekologi BJOG, menurut para peneliti itu, sejalan dengan hasil penelitian-penelitian lainnya, tidak hanya di bidang kebidanan tapi juga di bidang perawatan intensif rumah sakit.
Disebutkan di sana, bayi yang lahir di rumah bersalin kecil setelah pukul 18.00 sampai 08.00 keesokan harinya, mempunyai kecenderungan meninggal dunia 32-47 persen dibanding bayi yang lahir siang hari.
Sementara kelahiran di rumah sakit besar, yang peralatannya lebih lengkap, tidak ada perbedaan mencolok antara kelairan siang dan malam. Namun, jika sama-sama membandingkan kelahiran malam, melahirkan pada tengah malam sampai pagi lebih berisiko dibanding melahirkan pada sore sampai tengah malam. Hasil yang hampir serupa ditemukan saa para peneliti membandingkan kelahiran sore dengan kelahiran tengah malam di semua rumah sakit yang mereka amati.
Risiko komplikasi kelahiran di negara yang lebih maju, menurut para peneliti ini, lebih rendah, bahkan dinyaakan hampir tak ada perbedaan antara lahir siang dan malam.
"Sangat penting sebenarnya untuk menyadari bahwa risiko hadir lebih rendah di negara-negara dengan tingkat perawatan yang lebih baik," kata Dr Eric Steegers dari Erasmus University Medical Center.
Dari 656.000 kelahiran tunggal di rumah bersalin komunitas ditemukan kecenderungan bayi meninggal dunia sebesar 0,05-0,09 persen. Angka ini lebih besar lagi di rumah sakit kelas tiga, meskipun masih di bawah 1 persen.
Menurut Steegers, penyebab kelahiran malam lebih berisiko karena di saat itu jumlah tenaga senior, termasuk dokter kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi, lebih sedikit. Saat para tenaga senior itu lebih banyak, risiko kelahiran lebih kecil karena mereka dapat memberikan keputusan yang lebih tepat dalam menangani kasus berisiko tinggi.
Penelitian ini, kata Steegers, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor apa yang paling berperan dalam meningkatkan risiko melahirkan.
"Bisa juga pada malam hari tenaga medis leih cepat merasa lelah, karena mereka uga harus melawan ritme alami tubuh," kata Steegers.(wartakota)