Sering Utak-Atik Smartphone Justru Picu Stress
Para pegawai yang kerap menyalakan smartphone di rumah setelah pulang kerja sama dengan menurunkan kesehatan fisik dan mental mereka, demikian ungkap sebuah studi terbaru.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Chartered Society of Physiotherapy menyebutkan orang-orang memang cenderung sering bekerja dua jam lebih banyak dari jatah normal setiap hari. Fenomena ini disebut 'screen slaving' (perbudakan pada layar kaca).
Screen slaving dianggap sebagai dampak dari tekanan pekerjaan sehingga membuat orang-orang selalu menyalakan smartphone mereka sepulang kerja dengan alasan menurunkan stres. Padahal kenyataannya kebiasaan tersebut merupakan bentuk kerja berlebihan yang berbahaya bagi kesehatan.
Para ahli menegaskan kerja berlebihan mampu memicu masalah kesehatan, selain itu postur tubuh yang buruk saat menggunakan smartphone juga menyebabkan sakit punggung dan leher.
"Ketika melanjutkan pekerjaan di rumah, hal ini sepertinya tidak masalah, namun jika itu menjadi rutinitas setiap hari, maka sakit punggung dan nyeri leher bisa dialami, termasuk penyakit yang berhubungan dengan stres," tutur salah satu peneliti, Dr. Helena Johnson, seperti yang dikutip dari Daily Mail (19/06).
Dr. Johnson juga menyampaikan bahwa penggunaan smartphone atau gadget lain yang digenggam biasanya adalah penyebab utama kesalahan postur tubuh yang mengancam kesehatan penggunanya.