Jika Anda Dicampakkan..
http://blogkesehatankeluarga.blogspot.com/2012/07/jika-anda-dicampakkan.html
1. Menerima.
Dia tidak sedang berada di rumah sakit. Ibunya tidak sakit parah secara tiba-tiba. Dia tidak kehilangan CrackBerry sehingga tidak memiliki cara untuk menghubungi Anda. Dia. Benar-benar. Mencampakkan. Anda. Jangan telepon rumah sakit terdekat. Jangan telepon dia. Jangan telepon ibu Anda. Anda telah ditinggalkan. Terimalah itu. Kemudian Anda akan dapat melanjutkan hidup.
2. Malu.
Sekarang, ketika sudah benar-benar menerima realitas yang ada, Anda harus merasakan sebelum melewatinya. Tingkatan Anda merasa terhina akan tergantung pada beberapa faktor: seberapa jauh hubungan tersebut berlangsung, di mana Anda diputuskan, dan level kepercayaan diri Anda. Jika Anda merasa rendah diri, Anda sudah berkencan cukup lama, dan ia meninggalkan Anda di tengah restoran dengan suasana romantis (Anda duduk sendiri di meja candle-light untuk dua orang), ini mungkin merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Jika Anda ada di rumah, itu merupakan kencan pertama atau kedua, dan Anda belum memberi terlalu banyak, keadaan tidak akan terlalu buruk. Setelah Anda merasakan rasa malu itu, tidak menyangkalnya dan sok kuat, kini biarkan perasaan itu pergi dan Anda akan kuat kembali.
3. Marah.
Jangan melemparkan sesuatu, terutama iPhone baru Anda! Telepon teman dekat Anda untuk 'memarahinya' jika memang perlu, tapi ingat hal itu hanya akan meningkatkan level stres Anda. Mendatangi pria yang mencampakkan Anda dan meneriakinya mungkin akan meninggalkan rasa tidak enak di mulut Anda ke depannya. Ambil saja kickboxing atau bermeditasilah selama kelas yoga. Bernapaslah, saudara.
4. Melangkah Maju.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa pria itu seperti bus, dan yang perlu Anda lakukan hanyalah menghentikan bus yang selanjutnya. Tidak usah terngiang-ngiang akan masa lalu ketika ada pria yang lebih baik datang menghampiri. Banyak hal yang bisa Anda lakukan, namun jangan bersikap seperti kura-kura dengan memutuskan Anda tidak akan berkencan lagi atau mempermainkan perasaan orang lain. Anda sendiri telah merasakan pengalaman dicampakkan, bukan?
5. Kenapa Aku?
Sangat menggoda untuk ingin mencari tahu mengapa hal ini terjadi. Apakah Anda begitu memuakkan? Apakah dia seorang playboy? Apakah semua orang tak menyukai Anda? Apakah Anda memiliki cacat? Apakah ia seorang cacat emosional? Apakah Anda mengatakan sesuatu yang salah? Siapa yang peduli? Tidak penting mengapa hal itu terjadi, yang ada hanya satu pelajaran yang bisa dipetik: Mencampakkan orang adalah tindakan menyebalkan. Jadi, bersyukurlah karena Anda tidak harus menghabiskan sisa hidup Anda dengan orang yang demikian.